Selasa, 29 Maret 2011

Tokoh dan Penokohan

1. Tokoh Utama
• Tokoh utama adalah tokoh yang dinamis sehingga sifat mereka sewaktu-waktu dapat berubah.
• Tokoh utama yang berkuasa atas jalannya cerita.
• Tokoh ‘major’ tidak selalu menjadi tokoh utama.
• Tokoh sentral adalah tokoh utama dibagi lagi menjadi dua yaitu, protagonis dan antagonis.
• Biasanya ada beberapa tokoh dalam sebuah cerita, namun untuk tokoh utama biasanya hanya ada satu.
• Tokoh Major biasanya yang tokoh bulat.
• Contoh: Hasan dalam buku Atheis
2. Tokoh Periferal/ Pembantu
• Terkadang tokoh periferal adalah tokoh yang membantu tokoh utama untuk melawan tokoh antagonis
• Tokoh periferal adalah tokoh yang membantu jalannya sebuah cerita, tetapi tidak selalu menjadi sebuah sorotan.
• Untuk tokoh bawahan dibagi menjadi dua juga yaitu, tambahan dan andalan.
• Tokoh pembantu atau periferal adalah tokoh yang statis sehingga sepanjang cerita, karakter tersebut tidak akan mengalami perubahan.
• Tokoh periferal hanyalah pembantu atau yang mendukung tokoh utama.
• Kehadiran tokoh periferal pun dapat mengambil perhatian penonton.
• Contoh: Rusli dan Kartini dalam buku Atheis.
3. Tokoh Antagonis dan Protagonis
• Tokoh protagonis
o Menurut tema tradisional: Tokoh yang berkarakter positif.
Karena berkembangnya sastra:
o Tokoh utama dalam cerita yang diceritakan untuk menjadi pusat perhatian pembaca.
o Tidak harus ‘baik’.
o Biasanya diklasifikasikan menjadi tokoh bulat.
o Tokoh yang mengangkat tema.
o Tokoh yang harus selalu ada sampai terakhir.
Contoh:
 Teto dalam buku Burung- Burung Manyar merupakan tokoh protagonis walaupun dirinya melawan Republik Indonesia. Hal ini dikarenakan pengarang menceritakan secara detail sudut pandang Teto, sehingga pembaca dapat mengerti dan memaklumi tindakan-tindakan yang diambil Teto.
• Tokoh atagonis
o Menurut tokoh tradisional: Tokoh yang berkarakter negatif .
Karena berkembangnya sastra:
o Tokoh yang memberi konflik pada tema utama dan berlawanan dengan karakter protagonis.
o Tokoh yang menyebabkan permasalahan utama dalam cerita.
o Tokoh antagonis tidak selalu ‘jahat’.
o Seseorang atau suatu keadaan yang tidak menguntungkan tokoh utama.
o Tokoh antagonis tidak selalu digambarkan dengan seseorang bisa juga digambarkan sebagai keadaan yang tidak menguntungkan bagi tokoh utamanya. Contoh: kematian, sakit dll.
o Konflik dapat juga disebabkan oleh diri sendiri.
Contoh:
a. Anwar, karena dalam buku ‘Atheis’, Anwar merupakan orang yang mempengaruhi Hasan dan merupakan salah satu faktor pecahnya rumah tangga Hasan dengan Kartini
b. Kepergian Ibu Teto dalam buku ‘Burung- Burung Manyar’
4. Tokoh Flat dan Round
• Tokoh Datar
o Diceritakan dari satu segi watak saja, bersifat statis, jarang berubah karakternya, kadang sama sekali tidak berubah.
o Tokoh datar disebut juga tokoh sederhana dan tokoh pipih.
o Tokoh datar: tidak memberikan kejutan.
o Tidak banyak detail yang menjelaskan tokoh datar sehingga mudah untuk diklasifikasi.
o Kebanyakan tokoh minor atau tokoh pembantu merupakan tokoh datar.
o Tokoh flat jarang berubah atau tidak berubah sama sekali dalam cerita.
o Berkembang hanya dari satu ide dan tidak berubah sampai cerita selesai.
o Hanya memiliki satu kepribadian tertentu; bersifat flat, datar, steorotip, monoton dan hanya menampakan satu karakter.
o Tindakan-tindakan dan perilaku tokoh datar mencerminkan satu karakter yang dimilikinya.
o Mudah diklasifikasi dan dimengerti oleh pembaca.
o Pengarang mengunakan tokoh-tokoh datar untuk memfokuskan pikiran pembaca ke karakter bulat.
o Contoh:
 Kartun, kancil, animasi
 Rusli dalam buku ‘Atheis’ merupakan tokoh datar karena dengan kepercayaan dan kepintaranya, ia dapat mempengaruhi Hasan yang merupakan tokoh utama.
• Tokoh Bulat
o Tokoh yang semua wataknya diungkapkan. Sangat dinamis dan mengalami banyak perubahan watak.
o Disebut juga tokoh komplek atau tokoh bundar.
o Merupakan tokoh yang berkembang.
o Lebih mencerminkan kehidupan manusia yang sebenarnya, sebagaimana kehidupan manusia tidaklah monoton.
o Memiliki banyak detail karakter, baik maupun buruk.
o Tidak mudah untuk di klasifikasi karena banyak perubahan.
o Kebanyakan tokoh utama mayor merupakan tokoh bulat sehingga memungkinkan tokoh protagonis memiliki unsur tokoh antagonis.
o Harus bisa memberikan ‘kejutan’ dalam cara yang meyakinkan.
o Bila tokoh tidak memberikan ‘kejutan’ pada pembaca maka tokoh tersebut merupakan tokoh datar.
o Tokoh bulat ada yang baik dan ada yang jahat.
o Perubahan tokoh bulat harus dapat dipertanggung jawabkan dan memiliki alasan.
o Tujuan, ambisi dan nilai-nilai mereka berubah-ubah seiiring berjalannya cerita.
o Sikapnya berubah tergantung dengan hasil dari kejadian-kejadian yang terjadi pada dirinya.
o Contoh:
 Teto dalam buku ‘Burung- Burung Manyar’ merupakan tokoh bulat seiring dengan berubahnya perasaan yang dimilikinya terhadap Republik Indonesia.
 Hasan dalam buku ‘Atheis’ merupakan tokoh bulat karena berubahnya pendirian mengenai kepercayaan yang dimilikinya.

Tema, Alur, Penokohan dan Setting Tempat

Tema, Alur, Penokohan dan Setting Tempat
- Tema merupakan dasar cerita yang paling penting dari seluruh cerita. Tanpa tema, sebuah cerita rekaan tidak ada artinya sama sekali. Selain itu, tema juga merupakan tujuan cerita, atau ide pokok di dalam suatu cerita yang merupakan patokan untuk membangun suatu cerita. Dengan kata lain, tema adalah suatu unsur yang memandu seorang pengarang sebagai ide utama atau pemikiran pokok, ke mana sebuah cerita akan diarahkan. Robert Stanton menempatkan tema sebagai sebuah arti pusat dalam cerita, yang disebut juga sebagai ide pusat dan Stanton juga menyatakan bahwa tema cerita berhubungan dengan makna pengalaman hidupnya. Oleh karena itu, tema menjadi salah satu unsur dan aspek cerita rekaan yang memberikan kekuatan dan sekaligus sebagai unsur pemersatu kepada sebuah fakta dan alat-alat penceritaan, yang mengungkapkan tentang kehidupan. Tema selalu dapat dirasakan pada semua fakta dan alat penceritaan di sepanjang sebuah cerita rekaan.

Tema tidak dapat dipisahkan dari permasalahan-permasalahan yang dikemukakan pengarang dalam karyanya sebab tema selalu berkaitan dengan masalah (kehidupan) yang dikemukakan dalam cerita rekaan tersebut. Akan tetapi tema tidak sama dengan masalah. Tema adalah suatu (hal) yang berkaitan dengan pandangan, pendapat, ataupun sikap pengarang tentang suatu masalah, sedangkan masalah adalah sesuatu hal yang haarus diselesaikan. Sebuah tema pada dasarnya merupakan abstraksi dari suatu masalah. Oleh karena itu, tema sebuah karya sastra haruslah diabstraksikan dari masalah utama yang diungkapkan pengarang dalam karyanya.

- Alur ceritera adalah bagaimana kejadian-kejadian dirangkai (biasanya berdasarkan sebab akibat) mulai dari titik awal menanjak terus sampai titik klimaks untuk kemudian menurun dan mencapai resolusi atau penyelesaian.

Peristiwa-peristiwa yang membuat alur ceritera menanjak adalah persoalan-persoalan yang menimbulkan konflik. Konflik-konflik inilah yang akan membawa ceritera menanjak menuju titik klimaks yaitu saat karakter berada pada titik penentuan apa yang akan terjadi pada dirinya (saat puncak penentuan nasibnya). Setelah titik klimaks alur akan menurun dan mencapai resolusi atau penyelesaian masalah.

- Penokohan/karakterisasi adalah cara penulis menggambarkan tokoh-tokohnya. Apakah penulis menggambarkan tokohnya:

* realistis atau tidak realistis.


Realistis adalah sebagaimana manusia pada umumnya, mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tidak realistis sebaliknya adalah penggambaran tokoh yang berlebihan: yang baik digambarkan baik sekali tanpa kekurangan seperti superman, sedangkan yang buruk atau jahat digambarkan kelewat jahat tanpa ada setitik kebaikan (contoh lain: yang beruntung selalu beruntung, yang malang terlalu malang).

* karikaturis


Penggambaran tokoh yang ringkas dengan berlebih-lebihan menekankan ciri-cirinya yang menonjol. Penggambaran ini digunakan untuk maksud meledek, mengejek ataupun menyindir. Sering karenanya tokoh tampil lucu.

* stereotipical


Penggambaran tokoh yang digunakan hanya untuk mewakili gambaran umum yang dimiliki masyarakat tentang kelompok tertentu. Misalnya seorang tokoh wanita yang stereotypical adalah lemah, suka menangis dll.

- Latar (seting) adalah tempat dan waktu (di mana dan kapan) suatu ceritera terjadi. Yang harus diperhatikan dalam latar adalah tidak hanya segi fisik dari latar itu. Latar sebenarnya memberikan informasi yang sangat penting tentang keadaan masyarakat dimana ceritera itu terjadi pada waktu itu. Anda dapat mempelajari segi sosial budaya, ekonomi, politik masyarakat tersebut.

Alur Dan Pengaluran

Alur Dan Pengaluran
Alur disebut juga plot, yaitu rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebab akibat sehingga menjadi satu kesatuan yang padu bulat dan utuh. Alur terdiri atas beberapa bagian :
(1) Awal, yaitu pengarang mulai memperkenalkan tokoh-tokohnya.
(2) Tikaian, yaitu terjadi konflik di antara tokoh-tokoh pelaku.
(3) Gawatan atau rumitan, yaitu konflik tokoh-tokoh semakin seru.
(4) Puncak, yaitu saat puncak konflik di antara tokoh-tokohnya.
(5) Leraian, yaitu saat peristiwa konflik semakin reda dan perkembangan alur mulai terungkap.
(6) Akhir, yaitu seluruh peristiwa atau konflik telah terselesaikan.

Pengaluran, yaitu teknik atau cara-cara menampilkan alur. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur erat dan alur longggar. Alur erat ialah alur yang tidak memungkinkan adanya pencabangan cerita. Alur longgar adalah alur yang memungkinkan adanya pencabangan cerita. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur tunggal dan alur ganda. Alur tunggal ialah alur yang hanya satu dalam karya sastra. Alur ganda ialah alur yang lebih dari satu dalam karya sastra. Dari segi urutan waktu, pengaluran dibedakan kedalam alur lurus dan tidak lurus. Alur lurus ialah alur yang melukiskan peristiwa-peristiwa berurutan dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus ialah alur yang melukiskan tidak urut dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus bisa menggunakan gerak balik (backtracking), sorot balik (flashback), atau campauran keduanya.













Mengidentifikasi Alur Dan Penokohan Dalam DramaMengidentifikasi Alur dan Konflik dalam Cerita Drama
Adegan drama terdiri atas serangkaian kejadian yang saling
berhubungan dan membentuk jalinan cerita yang disebut alur atau plot. Kejadian yang satu menjadi sebab atau akibat bagi kejadian yang lain. Ditinjau dari arah gerak ceritanya, alur dibedakan atas alur maju (progresi/
linier) dan alur mundur (regresi).
Alur maju atau disebut juga alur kronologis (alamiah) diawali dengan
eksposisi, adegan ditampilkannya tokoh-tokoh penting dan latar kehidupannya. Disusul konflik, yaitu munculnya persoalan akibat terjadinya
perselisihan tokoh. Bila konflik itu tidak teratasi, akan membesar, meluas, dan menjadi kompleks. Dalam tahap komplikasi ini, banyak tokoh lain yang
terseret dalam persoalan. Puncak dari konflik, vaitu klimaks, saat persoalan mencapai titik paling menegangkan. Biasanya ini merupakan bagian yang
paling mendebarkan dan dinanti-nantikan oleh penonton. Sebelum menuju
ke akhir cerita atau konklusi, tokoh melewati tahap peredaan masalah atau
antiklimaks. Bila digambarkan, grafik alur cerita yang bergerak maju seperti di atas adalah seperti berikut:
Dalam alur maju, sering kali terjadi kilas balik cerita (flash back), yaitu cerita berbalik sejenak ke masa lalu. Berbeda dengan alur maju, cerita alur mundur dimulai dari bagian akhir. Namun, ada juga yang diawali dari tengah cerita. Alur seperti ini disebut sebagai alur gabungan.
Cerita dalam drama tidak akan bergerak apabila semua tokoh memiliki watak, sikap, pandangan, dan harapan yang sama. Cerita bergerak karena muncul konflik yang dipicu oleh adanva perbedaan perbedaan antar tokoh. Konflik tidak selalu terjadi secara eksternal, yaitu antara tokoh dengan tokoh yang lain, tetapi bisa juga terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri (konflik internal). Selain itu, konflik juga dapat terjadi antara tokoh dengan keadaan alamiah dan sosial budaya di sekelilingnva dan dengan kepercayaan / keyakinan hidupnva (konflik batin/moral). Konflik social biasanya terjadi saat tokoh tidak mampu beradaptasi dengan nilai-nilai vang berlaku di masyarakat.
Uji Teori
1. Sebutkan unsur-unsur intrinsic yang terdapat dalam drama!
2. Samakah unsur-unsur intrinsic pada drama dan pada novel/cerpen? Jelaskan!
3. Apa perbedaan antara alur maju dan alur mundur?
4. Apakah yang dimaksud dengan flashback? Samakah dengan alur mundur?
5. Sebutkan tahap-tahap perkembangan alur majul
6. Apakah yang dimaksud dengan konflik dalam cerita?
7. Sebutkan dan jelaskan secara singkat macam-macam konflik

Mengidentifikasi Unsur Karya Sastra Melayu Klasik

Mengapresiasi suatu karya sastra pada hakikatnya adalah menghargai, memahami, dan menghayati karya sastra. Untuk dapat berbuat demikian, kita harus tahu dulu unsur apa saja yang terkandung dan membangun suatu karya. Tanpa mengetahui unsur yang membentuknya tidak mungkin kita dapat memberikan penghargaan yang wajar terhadapnya. Dalam bagian ini, kalian akan berlatih mengidentifikasi unsur karya sastra Melayu Klasik.
Unsur intrinsik karya sastra Melayu Klasik, tidak jauh berbeda dengan unsur instrinsik karya sastra jenis prosa lainnya. Unsur instrinsik tersebut antara lain: tema, plot atau alur, penokohan, latar, dan amanat. Untuk mengetahui unsur-unsur instrinsik naskah di atas, bacalah uraian di bawah ini dan jawablah pertanyaan yang menyertainya!

Tema
Tema adalah pikiran pokok yang mendasari suatu cerita. Tema tersebut kemudian dikembangkan menjadi jalinan cerita yang disampaikan melalui tokoh, setting, dan suasananya. Untuk mengetahui tema, ketika membaca karya sastra Anda dapat bertanya “Masalah apakah yang dibahas dalam cerita di atas?” Jawaban dari pertanyaan itu adalah tema. Menurut Anda, manakah tema-tema berikut yang paling sesuai untuk cerita di atas?
1. Nasehat orang tua, jika tidak diikuti akan membuahkan celaka.
2. Anak Bayan yang tidak menuruti nasehat orang tuanya.
3. Kisah anak Bayan yang mendapat celaka karena tidak menghiraukan nasehat orang tuanya.
4. Kisah Bayan yang bercerita tentang anak kera yang mati terbunuh karena tidak menghiraukan nasehat orang tuanya.
5. Orang tua akan selalu membela anaknya jika anak tersebut mendapat bahaya

Plot
Plot atau alur adalah jalan cerita yang berupa peristiwa peristiwa yang disusun satu persatu dan saling berkaitan menurut hukum sebab akibat dari awal sampai akhir cerita. Secara tradisional, Ada lima tahapan alur, yaitu: (1) perkenalan (pengarang mengenalkan cerita, tokoh-tokoh dan wataknya, dan setting yang mendasari cerita itu), (2) pertikaian (pengarang mulai menampilkan pertikaian yang dialami tokoh baik dengan tokoh lain maupun dengan lingkungannya.), (3) perumitan (pertikaian mulai memuncak), (4) klimaks (pertikaian mencapai puncak), (5) peleraian (penyelesaian pertikaian dengan berbagai cara).
Ada beberapa jenis alur, yaitu: (1) Alur rapat dan alur renggang. Alur rapat adalah alur yang terbentuk apabila alur pembantu mendukung alur pokoknya. Alur renggang sebaliknya. (2) Alur tunggal dan alur ganda. Alur tunggal adalah alur yang hanya terjadi pada sebuah cerita yang memiliki satu jalan cerita saja, biasanya terjadi pada cerpen. Sebaliknya, alur ganda adalah alur yang terjadi pada sebuah cerita yang memiliki jalan cerita lebih dari satu, biasanya ada pada novel. (3) Alur maju dan alur mundur. Alur maju adalah dan alur terbuka yang jalan ceritanya dimulai dari peristiwa pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya sampai cerita itu berakhir. Sebaliknya, alur mundur adalah alur yang jalan ceritanya dimulai dari peristiwa akhir kemudian kembali ke peristiwa pertama, kedua, dan seterusnya sampai kembali ke peristiwa yang terakhir tadi.
Setelah Anda mamahami alur dan jenis-jenisnya, bentuklah kelompok dan jawablah pertanyaan berikut!

1. Bagaimanakah cerita itu dimulai?
2. Pada bagian mana klimaksnya?
3. Identifikasilah jenis alur cerita di atas!
4. Bagaimana cerita itu diakhiri?
5. Tulislah peristiwa-peristiwa yang ada pada cerpen itu, kemudian tentukan tahapan alur masing-masing peristiwa itu!
6. masing-masing peristiwa itu!


Penokohan
Penokohan berkenaan dengan cara pengarang menampilkan watak tokoh-tokohnya dan bagaimana watak masing-masing tokoh tersebut. Ada beberapa cara yang digunakan pengarang untuk menampilkan tokoh-tokohnya yaitu, dengan cara menjelaskan karakter tokoh secara eksplisit, menampilkan dialog dengan tokoh lain, melukiskan tempat atau lingkungan tokoh, memberi penjelasan melalui tokoh lain, dan melukiskan tingkah laku, cara berpakaian, dan reaksi tokoh terhadap suatu kejadian. Untuk mengecek pemahamanmu, tetaplah bersama kelompok Anda untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut!

1. Siapa sajakah tokoh dalam penggalan cerita di atas?
2. Bagaimana watak mereka?
3. Apakah eatak tersebut mendukung tema cerita?
4. Siapakah yang menjadi tokoh utama?
5. Dengan cara apa saja pengarang melukiskan watak tokoh-tokohnya?


Latar
Latar adalah gambaran tempat, waktu, dan segala situasi di tempat terjadinya peristiwa. Unsur waktu dapat dibedakan menjadi waktu kini, masa lalu, masa depan, dan waktu tak tentu. Unsur tempat dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu tempat yang dikenal, tempat yang tidak dikenal, dan tempat khayalan. Unsur suasana juga mempunyai tiga kemungkinan, yaitu suasana alamiah, suasana sosio kultural, dan suasana batiniah. Suasana alamiah adalah suasana yang berhubungan dengan alam, misalnya suasana desa, kota, dan lain-lain. Suasana sosiokultural adalah suasana yang berkaitan dengan tatacara hidup, adat istiadat, keyakinan, dan lain-lain. Suasana batiniah adalah suasana sebagai akibat pengaruh interaksi aantar tokoh, atau antar tokoh dengan lingkungannya.

Lanjutkan diskusi Anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1. Kapan cerita di atas terjadi?
2. Mungkinkah cerita itu terjadi saat ini? Jelaskan.
3. Suasana apa yang sesuai untuk mendukung cerita di atas?
4. Sesuaikah waktu, tempat, situasi, dan suasana cerita di atas dengan tema dan tokoh- tokoh ceritanya? Berikan penjelasan!

Amanah
Amanah adalah pesan moral yang ada pada sebuah cerita. Ketika membaca sebuah cerita. Amanah disampaikan melalui tema, jalinan cerita, peristiwa, dan tokoh-tokohnya. Amanah tidak disampaikan secara eksplisit. Pembaca sendirilah yang menyimpulkannya. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut agar Anda dapat menemukan amanat pada cerita di atas!
1. Setujukah Anda terhadap nasehat orang tua Bayan?
2. Jika Anda menjadi Bayan, apakah Anda akan menuruti nasehat orang tua Anda tersebut?
3. Setujukah Anda dengan sikap orang tua Cerpelai? Jelaskan!
4. Menurut Anda, siapakah yang salah, si kera atau orang tua anak sahabat kera yang membunuhnya? Jelaskan!
5. Amanat-amanat apakah yang dapat Anda ambil dari cerita di atas?
Setelah membaca cerita tersebut, amanah apa yang dapat Anda ambil ?
Setelah diskusi kelompok Anda selesai, diskusikan dengan kelompok lain!

2. Mengidentifikasi Karakteristik Karya Sastra Melayu Klasik
Berdasarkan uraian dan pengamatan terhadap teks Hikayat Indera Bangsawan, Anda tentu mengetahui karakteristik sastra Melayu Klasik.
Lakukanlah kegiatan berikut!
(1) Berilah tanda √ untuk pernyataan yang menunjukkan karakteristik sastra Melayu Klasik!

( ) Dipengaruhi kesusastraan Hindu dan Arab.
( ) Diketahui siapa pengarangnya.
( ) Dipengaruhi kesusastraan barat.
( ) Menggunakan bahasa Melayu.
( ) Roman termasuk sastra Melayu Klasik.
( ) Istana sentris
( ) Ada ketika masyarakat belum mengenal tulisan.
( ) Hikayat, dongeng termasuk sastra Melayu Klasik.
( ) Bersifat dinamis (senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan masyarakatnya).
( ) Selalu berakhir dengan kebahagiaan tokoh utama.
( ) cerita selalu berkisar tentang baik dan buruk.


(2) Carilah karakteristik sastra Melayu Klasik yang lain!
(3) Susunlah pernyataan-pernyataan yang merupakan karakteristik sastra Melayu Klasik dan hasil kegiatan nomor 2!

Mengatasi Program Not Respon

Saat menggunakan komputer, beberapa program yang telah dibuka seringkali mengalami not responding. Hal ini, memperlambat jalannya program lain karena menunggu program tersebut ditutup. Apabila proses gagal, Anda harus membuka Task Manager dengan Ctrl+Alt+Del. Pasti akan membuat Anda jengkel. Akan lebih baik jika program yang not responding secara otomatis tertutup dengan cepat. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Buka Regitry Editor
2. Pada window Registry Editor, klik HKEY_USERS > DEFAULT > ControlPanel > Desktop.
3. Lihat entry AutoEndTasks pada window sebelah kanan Apabila entry tersebut tidak ada, maka Anda harus membuat terlebih dahulu dengan langkah klik kanan mouse di sebelah kanan, pilih New > DWORD Value dan beri nama AutoEndTasks.
4. Klik dua kali entry tersebut, beri nilai 1 pada value Data.
5. Klik Ok, refresh ( F5 ), serta tutup registry dan restart komputer.

Kotbah

ebanyakan orang yang tidak mampu tidaklah mengetahui bahwa mereka tidak punya kemampuan. Seorang peneliti bernama Dr. David A. Dunning of Cornell University mengatakan bahwa orang orang yang tidak mampu itu lebih yakin akan kemampuannya daripaa mereka yang mampu. Artinya orang orang yang tidak mampu itu lebih besar Percaya Dirinya daripada orang yang mampu. Betapa frustrasinya orang orang seperti ini dalam dunia pekerjaan. Mereka merasa diri mampu padahal mereka tidak punya kemampuan itu. Akibatnya adalah mereka selalu gagal. dan celakanya adalah mereka juga tidak mampu menyadari bahwa mereka itu tidak mampu. Mereka selalu merasa “saya mampu koq”, dan hasilnya adalah selalu kegagalan. Akhirnya semakin frustrasilah hidup mereka.
Fenomena seperti ini juga terjadi dalam dunia spiritual. kebanyakan kita sebagai orang kristen, tidaklah mampu mengenali betapa tidak berdayanya kita dan bahwa kita sangat rentan untuk gagal dalam perjalanan kerohanian kita. Kita merasa “saya melakukan hal yang benar koq” padahal apa yang dilakukannya adalah salah. Kita merasa “saya hebat koq, padahal dirinya sudah jatuh dalam dosa.
Kisah dalam matius 26:31-46 menunjukkan kita akan fenomena ini. Mat 26:31-35 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. (32) Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.” (33) Petrus menjawab-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” (34) Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” (35) Kata Petrus kepada-Nya: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lainpun berkata demikian juga.
lihatlah betapa PD (percaya diri) nya mereka. Petrus berkata, biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali kali tidak. Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.”Dan semua murid yang lainpun berkata demikian juga.semua murid juga sama PD nya dengan Petrus. Orang orang ini tidak mampu, tetapi tidak menyadari ketidakmampuan mereka.
Ketidakmampuan mereka terbukti ketika mereka berada di Taman Getsemani.
Pertama, komitment untuk setia kepada Kristus tidaklah cukup untuk membuat kita setia.
Sumpah atau janji untuk setia kepada Kristus, tidaklah cukup untuk melindungi diri kita pada saat iman kita diuji. Murid murid sudah bertekad untuk tetap setia mengikuti Yesus. Kita mungkin menganggap bahwa Petrus dan murid murid yang lain terlalu cepat bersumpah bahwa mereka akan setia kepada Kristus. Janji setia mereka tidaklah salah. Janji untuk setia kepada Kristus haruslah kita lakukan. Hal ini penting seperti dikatakan oleh firman Tuhan dalam Amos 3:3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? Sama halnya dengan muda mudi yangs edang berpacaran. Ketika mereka akan menikah, maka salah satu momen yang paling mengharukan omen pengucapan janji pernikahan di depan jemaat Tuhan. Ada jemaat yang ketika mengucapkan janji nikahnya sampai menangis dan tidak bisa melanjutkan janjinya itu beberapa saat lamanya. Janji pernikahan merupakan moment yang sangat penting, demikian pula janji untuk mengikuti Kristus juga adalah komitmen yang penting. Namun berapa banyak pasangan nikah yang kemudian bercerai dan tidak lagi menepati janji pernikahannya di hadapan Tuhan? berapa banyak orang kristen yang sudah mengucapkan janji setia kepada Kristus kemudian ternyata pindah agama, atau hidup dalam dosa dosa yang begitu mengerikan? Ketika pasangan nikah menyeleweng apakah itu berarti janji pernikahannya yang salah? apakah itu berarti salah ketika mereka mengucapkan janji nikah? TIDAK. pasangan nikah tidaklah salah ketika mereka mengucapkan janji pernikahan. Yang salah adalah mereka tidak mampu menepatinya. Demikian juga ketika murid murid Kristus mengucapkan janji untuk setia sampai mati, apakah mereka salah? Mereka tidaklah salah ketika mengucapkan janji untuk setia tersebut. Yang salah adalah mereka tidak mengetahui betapa rentang dan rapuhnya jiwa mereka. Mereka tidak mengetahui betapa lemahnya kerohanian emreka dan betapa kuatnya musuh yang akan menghancurkan mereka. Mereka tidak tahu kemampuan diri dan tidak mengenal kehebatan lawan, yakni kuasa kegelapan.
Tuhan yesus mengatakan kepada Petrus dalam Luk 22:31-32 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum. Iblis menampi Petrus melalui seorang hamba perempuan yang “Juga orang ini bersama-sama dengan Dia.” Tetapi Petrus menyangkal, katanya: “Bukan, aku tidak kenal Dia!”(Luk 22:57). Orang lain kemudian datang lagi dan berkata: “Engkau juga seorang dari mereka!” Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak!” Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: “Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea.” Disitulah petrus menyangkali Kristus, Dia menyangkali kesetiaannya kepada Kristus. Murid murid yang lain ditampi oleh Iblis ketika pemimpin pemimpin agama datang ke taman getsemani, dimana mereka semuanya kabur.
Bagaimana dengan kita? setiap kita akan diicobai dengan cara yang berbeda. Mungkin itu kekecewaan, mungkin itu sakit yang tidak sembuh sembuh, mungkin itu masalah dalam pekerjaan kita. Dan seluruh masalah itu sudah membuat kita depresi dan merusak janji setia kita kepada Tuhan yang pernah kita ucapkan. Kita pernah berjanji untuk tidak meninggalkan Tuhan, namun masalah yang muncul membuat kita pikir pikir lagi mengenai janji itu. apakah saya tetap akan ikut Tuhan dan memegang janji saya? Hati kita tidak siap ketika menghadapi masalah besar. Janji setia kita dilanggar oleh kita ketika pencobaan itu datang. Sebenanrya bukanlah iblis yang membuat kita melanggar janji itu, tetapi hati kitalah yang tidak siap ketika menghadapi pencobaan tersebut. Kalau hati kita siap, maka bagaimanapun besar dan kuatnya pencobaan, kita akan tetap setia kepada Tuhan. Jadi janganlah meyalahkan orang lain, ketika saudara kemudian mundur dari pelayanan, mungur dari kesetiaanmu kepada Kristus. Iblis kah yang disalahkan ketika Petrus menyangkali Kristus? Pemimpin pemimpin agamakah yang disalahkah ketika Yudas menjual Tuhan Yesus kemudian gantung diri? enggak. Yang salah adalah hatinya Yudas yang tamak akan uang. Iblis tahu kelemahan Yudas ini, dan menjatuhkan Yudas dengan pencobaan uang.
Murid murid Kristus tidaklah salah ketika mereka mengatakan akan setia kepada Kristus. Namun janji setia memang tidaklah cuckup untuk mengahdapi pencobaan dalam oerjalanan iman suadara. Mereka yang dibaptis tidaklah salah ketika mengucapkan janji setianya untuk mengikut Kristus seumur hidupnya. Namun janji setia untuk mengikuit Kristus tidaklah cukup untuk mengikuit Kristus dengan setia seumur hidup.
Kedua, kita membutuhkan doa agar tetap setia kepada Kristus
Tak satupun murid yang mengira bahwa ujian terhadap jiwa mereka tidaklah datang ketika tentara datang ke taman getsemani. ujian terhadap iman mereka bukan ketika para pemimpin Yahudi datang ke getsemani. Ujian terhadap iman mmereka terjadi ketika Tuhan Yesus berjaga jaga dan berdoa. Di dalam taman getsemani inilah , ketika Tuhan Yesus berdoa, sangat menentukan kemenangan dan kekalahan.
di dalam Mat 26:37-38 dikatakan bahwa Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (38) lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”Bisakah saudara membayangkan betapa besarnya penderitaan yang dialami oleh Kristus? Ketakutan yang besar menekan Dia begitu hebat, sehingga Dia mengeluarkan keringat darah. dalam Lukas 22:44 dituliskan bahwa Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Keringat manusia kalau dalam keadaan normal, biasanya tidak berwarna. Tapi beberapa orang bisa mengalami keringat darah. Ketakutan yang amat sangat atau stres yang maha besar diduga menjadi pemicu manusia mengeluarkan keringat darah.
Kasus orang yang mengalami keringat darah terbilang langka. Kondisi ini disebut dengan hematidrosis (sweat blood) yang pada beberapa kondisi tertentu bisa disebabkan oleh penyakit lain atau mengalami tekanan darah tinggi.
Dr Frederick Zugibe, ahli forensik dari New York menuturkan hematidrosis adalah salah satu efek samping yang ekstrem dari respons fight or flight. Sebagian besar terjadi ketika seseorang mengalami stres kecemasan atau ketakutan yang teramat dalam, seperti dikutip dari Howstuffworks, Sabtu (26/2/2011).
Kecemasan dan ketakutan yang begitu kuat bisa menyebabkan pembuluh darah kecil yang menyuplai ke kelenjar keringat menjadi ketat dan mengecil, sehingga ketika pembuluh darah melebar akan terjadi pendarahan.
Pada saat sedang stres umumnya keringat yang keluar akan lebih banyak, dan ketika pembuluh darah sudah melebar kembali maka keringat yang keluar di permukaan kulit akan bercampur dengan darah yang membuat orang menyebutnya keringat darah.
Berkeringat darah memang bisa menakutkan dan sangat langka. Tapi biasanya kondisi ini berkaitan dengan penyakit lain seperti hemochromatosis, yaitu kondisi bahaya
yang mana zat besi banyak terbentuk dan disimpan dalam tubuh sehingga membuat seseorang rentan terhadap hematidrosis.
Selain itu ada pula teori lain yang menyebutkan bahwa kecemasan atau ketakutan ekstrem yang dialami seseorang menyebabkan pelepasan suatu bahan kimia yang bisa
memecah kapiler di dalam kelenjar keringat. Akibatnya ada sejumlah kecil pendarahan sehingga keringat yang keluar disertai dengan darah.
Dr Zugibe menuturkan beberapa kasus terkait dengan hematidrosis dilaporkan terjadi ketika seseorang mengalami ketakutan menjelang hukuman eksekusi serta ada juga
akibat takut badai saat tengah berlayar.
Efek yang terjadi di tubuh terkait dengan hematidrosis ini meliputi kelemahan, dehidrasi ringan hingga sedang serta kecemasan tinggi yang membuat seseorang berkeringat hingga keringat darah.
kita bisa bayangkan betapa besarnya tekanan yang sedang dialami oleh Kristus, sehingga Dia mengeluarkan keringat darah. Penderitaan yang saudara dan saya alami tidaklah seberapa dibandingkan penderitaan yang Kristus alami.
apa yang dilakukan Tuhan Yesus dalam keadaan tertekan itu? Dia berdoa. Apakah yang menjadi doa Tuhan Yesus?
Dia meminta pertolongan Tuhan. Dalam matius 26:39 tercatat doa Tuhan Yesus, dimana Dia meminta:” seperti ini: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku. Cawan yang mesti diminum Tuhan Yesus adalah murka Allah atas dosa dosa manusia. Sebuah cawan kematian yang mengerikan. Dan Tuhan Yesus sangatlah takut dengan cawan murka Allah itu. Ketakutan itu nyaris membunuh Dia di taman getsemani. Oleh sebab itulah Dia meminta kepada Allah agar ada jalan lain bagi penebusan dosa. Jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripadaKu. Sangatlah wajar bagi kita ketika menghadapi cawan yang mematikan akan meminta kepada Allah supaya cawan itu djauhkan dari kita. Kita tidaklah salah jikalau kita membawa diri kita kepada anugerah Allah pada saat menghadapi masalah berat.Jikalau Allah tidak mendengarkan kita lagi, maka adalah tindakan bodoh kalau kita masih berseru minta tolong kepada Allah. Justru karena Allah masih mendengarkan kita, maka kita harus berdoa dan meminta kepadaNya. Mintakah sampai sesuatu terjadi. Kalau memang Tuhan belum mengatakan tidak, teruslah meminta kepada Allah. Katakanlah kepada Allah:” jikalau sekiranya mungkin, biarlah penyakit ini lalu dari pada-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah masalah ekonomi ini lalu dari pada-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah masalah ini lalu dari pada-Ku.
Ada seorang yang terkena kelenjar getah bening. Suatu hari dia merasa dijamah oleh Tuhan. kita tahu bahwa kelenjar getah bening ini adalah kanker yang sangat ganas. ada benjolan di mulut. sampai tidak bisa bicara. setelah kemo beberapa kali, dan pet scan, ternyata kankernya sudah hilang. Sudah bersih. sebelumnya dia sudah didesak oleh keluarga untuk pergi ke pemalang, ke orang pintar.
Berdoalah dengan pengharapan karena Allah selalu mendengarkan tangisan dari anak anakNya dan akan menarik cawan penderitaan itu dari kita
NAMUN, Jika cawan itu adalah bagian dari rencana Allah, maka saudara perlu berdoa seperti Tuhan Yesus yang mengatakan seperti ini:’ “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. (Mat 26:39). Jikalau memang cawan penderitaan kita tidak bisa lalu dna kita harus meminumnya, maka katakanlah kepada Tuhan ” jadilah kehendakMu. “. Ada banyak kematian yang juga dialami oleh orang orang kristen. Kematian atas mimpi mimpinya, kematian kesombongannya, kematian rencana rencanaNya, matinya keamananNya.
ketiga, Berdoalah sampai saudara dapat berserah kepada Tuhan
Di ayat 39 Tuhan Yesus berdoa, jikalau jika sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripadaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki. setelah berdoa, Tuhan Yesus kembali kepada murid muridNya dan mendapati mereka sedang tidur, Ia kemudian memebrikan pesan kepada Petrus agar berjaga jaga dan berdoa. Setelah itu, Tuhan Yesus kembali berdoa untuk kedua kalinya dan ketiga kalinya. Doa Tuhan Yesus yang kedua kali dan yang ketiga sudah berubah. Doanya yang kedua berbunyi seperti ini di ayat 42 :’ Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu! Dalam doanya yang kedua, Tuhan Yesus tidak lagi memintya agar cawan itu lalu, melainkan Dia mengatakan: jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya jadilah kehendakMu. Perubahan doa yang seperti ini dihasilkan dari sebuah pergumuluan yang panjang. Hati kita memang keras dan sulit bagi kita untuk berserah kepada Tuhan. Kita sangat lambat tiba kepada doa seperti Tuhan Yesus yang mengatakan :” “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu! Berdoalah, sampai saudara tiba pada sebuah titik, dimana saudara berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan dapat mengatakan seperti ini: “Ya Bapa-Ku jikalau penyakit ini, masalah, penderitaan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!
Ibrani 5:7 Pada masa Yesus hidup di dunia ini, Ia berdoa dan memohon dengan teriakan dan tangis kepada Allah, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari kematian. Dan karena Ia tunduk kepada Allah dengan penuh hormat, maka Ia didengarkan. Karena Kristus taat kepada Allah, maka Dia didengarkan. Titik balik dari sebuah doa adalah dari permohonan untuk dilepaskan kepada jadilah kehendakMu. titik balik dari sebuah doa adalah dari keinginanKu menjadi kehendakMu jadilah. Philip Yancey menuliskan: ketika Yesus berdoa agar diselamatkan dari murka Allah, Dia tidaklah diselamatkan dari murka allah, sebaliknya Dia menjadi keselamatan bagi dunia ini.
Haddon Robinson mengatakan seperti ini:” Dimanakah Yesus mencucurkan darah paling dahhsyat? Bukan di hadapan pengadilan Pilatus, juga bukan di bukit Golgota, tetapi di Taman getsemani. Seandainya saya berada di sana dan menyaksikan pergumulan Kristus, saya mungkin akan kuatir dengan masa depan karena ketika Dia putus asa, yang dia lakukan hanyalah berdoa. Saya mungkin akan mengatakan:’ apa yang akan Dia lakukan ketika menghadapi krisis yang sesungguhnya? Jikalau krisis yang seperti ini yang dia lakukan hanya berdoa, lalu bagaimana kalau tentara masuk dan menangkap Dia? mengapa Yesus tidaklah dengan tenang tidur menghadapi krisis ini seperti ketiga murid muridNya? Mengapa Dia tidak tidur saja menjelang krisis ini? seperti para murid yang juga tidur dengan tenangnya. Ternyata betul apa yang dilakukan oleh Kristus. KArena Dia berdoa, maka ketika krisis datang, Tuhan Yesus dapat dengan tenang naik ke atas kayu salib, sedangkan ketiga muridNya, lari dan jatuh dalam penyangkalan
keempat, Kemenangan Yesus di TAMAN GETSEMANI memberikan kita jaminan bahwa kita akan menerima pertolongan dalam pergmuluan pergumulan kita.
bagian yang sangat penting dalam kisha ini bukanlah kegagalan para murid tetapi kemenangan Kristus kketika Dia berserah kepada kehendak Allah. Ketika kita menghadapi malam malam yang gelap dari masalah masalah kita, maka kita daoat yakin bahwa Yesus kristus sendiri akan berjaga jaga dan berdoa dengan kita. Kita akan ditolong oleh Tuhan. Kita memang berdosa, selalu menantang kehendak Allah, tidak mau berserah kepada kehendak Allah. Kristus yang sudah mengalahkan dosa, akan dapat menolong kita untuk taat dan berserah kepada kehendak Allah. Tuhan Yesus akan menguatkan kita da;am kelemahan kita untuk taat kepada kehendak Tuhan
John George Carpenter adalah jenderal Bala Keselamatan. dia menceritana bagaimana anak perempuan mereka sakit tipes dalam ladang pelayanan misi. Mereka sudah berdoa selama 6 minggu. Akhirnya gadis cantik itu meninggal dunia. Pada pagi hari John Carpenter mengatakan kepada istrinya, kamu tahu, aku sadar dan merasakan ada ketenangan yang luar biasa dalam diriku. istrinya juga menjawab: aku merasakan hal yang sama. dan emreka berkata:’ pastilah ini adalah damai sejahtera dari Allah. Memang itulah damai sejahtera Allah yang melampaui akal dan pikiran.

Mengatasi Program Not Respon

Saat menggunakan komputer, beberapa program yang telah dibuka seringkali mengalami not responding. Hal ini, memperlambat jalannya program lain karena menunggu program tersebut ditutup. Apabila proses gagal, Anda harus membuka Task Manager dengan Ctrl+Alt+Del. Pasti akan membuat Anda jengkel. Akan lebih baik jika program yang not responding secara otomatis tertutup dengan cepat. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Buka Regitry Editor
2. Pada window Registry Editor, klik HKEY_USERS > DEFAULT > ControlPanel > Desktop.
3. Lihat entry AutoEndTasks pada window sebelah kanan Apabila entry tersebut tidak ada, maka Anda harus membuat terlebih dahulu dengan langkah klik kanan mouse di sebelah kanan, pilih New > DWORD Value dan beri nama AutoEndTasks.
4. Klik dua kali entry tersebut, beri nilai 1 pada value Data.
5. Klik Ok, refresh ( F5 ), serta tutup registry dan restart komputer.